Sunday, 22 April 2018

Cara Pura-pura Sibuk di Kantor (Pengalaman Pribadi)

Sebagai anak kantoran (padahal budak korporat), gw memiliki suatu masalah dalam pekerjaan gw. Permasalahan ini gw dapatkan karena pekerjaan gw yang sekalinya banyak, banyak banget; dan sekalinya sedikit, ya sedikit banget. Tapi dengan masa kontrak gw yang hanya 3 bulan (dan apapun yang terjadi, gw ga mau kerja di tempat ini lagi), akhirnya hanya sepertiga waktu gw di kantor yang terpakai karena benar-benar kerja.


Hal ini berawal dari hari pertama gw masuk kerja. Gw yang masih anak baru dan nggak tau apa-apa (karena bidang pekerjaan gw ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan jurusan kuliah gw), pada saat itu banyak nanya sama senior-senior yang ada di kantor gw ini. Dan gw pernah melontarkan pertanyaan, "terus kalo ini semua udah di bla bla bla (intinya udah kelar semuanya), kerjaan kita ngapain?

Dan senior gw menjawab, "ya pura-pura sibuk aja!" dengan muka yang serius, tanpa menunjukkan raut bercanda sedikitpun.

Gw saat itu mengira kalau mereka bercanda. Akhirnya keesokan harinya, setelah pekerjaan gw selesai, gw tanya lagi sama senior gw, "ada lagi yang mau dikerjain?" dan dia bilang, "oh udah mbak, nggak ada lagi." Dan gw dengan polosnya bertanya lagi, "terus saya ngapain dong?" Dan gw mendapatkan jawaban yang sama, yaitu "pura-pura sibuk aja mbak"

Dan ternyata, pura-pura sibuk itu susah!!!


Serius deh adik-adik, mbak, mas, om, tante, pak, bu, dan eyang sekalian. Pura-pura sibuk itu tidak semudah yang bisa kita bayangkan! Terutama kalau kalian polos seperti gw!

Tapi, berbekal pengalaman dan observasi kesana dan kemari, pada akhirnya gw menemukan seni pura-pura sibuk di kantor. Kalau kalian tau seninya, percayalah, akan mudah sekali untuk pura-pura sibuk di kantor dan tidak akan ada yang berani mengganggu kalian. Dan berhubung gw nggak pernah pelit ilmu santet, maka gw akan berbagi ke kalian kalian, karena sharing is caring, kalo kata emak-emak pesbuk yang suka share resep di wall pesbuk.


Yang pertama, adalah saat dimana kalian baru datang.
Kalau kalian baru sampai kantor, langsung nyalakan laptop, dan pasang muka se-serius mungkin. Hal ini wajib dilakukan supaya orang lain menyangka kalau kalian banyak kerjaan. Langsung buka file-file pekerjaan kalian dan email kalian.


Yang kedua, pasang muka yang sangat meyakinkan.
Hal ini penting banget. Kalian harus bisa meyakinkan orang-orang kalau kalian sibuk dan benar-benar lagi kerja. Kayak macem gw ini, pada saat ini gw lagi di kantor, lagi nggak ada kerjaan, dan lagi pura-pura sibuk dengan cara buka blog gw. Gw masang muka serius, dengan sesekali mengernyitkan dahi, sesekali mendecak (itu lho yang 'ck ck ck' gitu, yang ala ala orang lagi sebel), pura-pura mikir, dan sesekali meregangkan otot. Intinya menunjukkan bahwa kalian lagi sibuk dan lagi serius banget. Hal ini super penting!!! Terutama kalau kalian lagi nggak mau digangguin orang lain. Serius.


Yang ketiga, pura-pura nelpon.
Kalo yang ini gw belom pernah nyobain sih karena kerjaan gw ga butuh nelpon-nelpon orang. Tapi setelah gw perhatikan orang-orang di sekitar gw, yang pada (beneran) sibuk, mereka tuh kadang nelpon orang yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Kadang sesekali mengeluarkan kata "aduh" sambil nepok jidat. Ada juga yang sambil mengeluarkan mimik super serius. Ada juga yang ketawa-ketawa di telpon. Nah pastikan kalian menunjukkan muka yang serius dan menggunakan kalimat-kalimat yang biasa kalian gunakan untuk menelepon orang yang berkaitan dengan pekerjaan kalian. Misalnya, kalian telpon temen main kalian, nanti kalau temen kalian mengangkat teleponnya, kalian langsung sepik sepik, "iya pak, ini sedang saya kerjakan. Nanti kalau bla bla bla, sebaiknya bla bla bla." Pokoknya intinya sok sibuk aja dulu. Jangan lupa pasang muka serius. Nah paling nanti temen kalian yang di telepon itu bingung. Wuahahaha XD


Yang ketiga, serba buru-buru.
Yang ini harus banget dilakukan. Pokoknya pura-pura tergesa-gesa. Jadi, apapun yang kalian lakukan di kantor, harus terlihat tergesa-gesa. Misalnya, kalau mau ke toilet, jalannya harus cepet-cepet. Kalau ada yang nanya, "kok buru-buru mbak?" jawab aja, "iya nih banyak kerjaan" sambil pasang muka capek.


Yang kelima, bawa laptop kemana-mana.
Ke kantin? Bawa laptop. Ke toilet? Bawa laptop. Ngerokok? Bawa laptop. Hal ini berlaku hanya untuk yang kerjanya pakai laptop. Yang kerjanya pakai komputer di kantor, ya jangan bawa monitor plus CPU nya juga. Gw pun pernah ke kantin bawa laptop, sambil ngopi dan ngecengin mas kantin yang ganteng. Huahahaha. Dan kalo ketemu temen di toilet, dengan laptop yang lo bawa, kalo dia nanya, bilang aja, "iya, gw abis boker sambil ngelarin kerjaan."


Yang keenam, pura-pura capek.
Serius, katika lo pura-pura capek, orang-orang nggak akan ada yang berani ngusik. Apalagi kalo mereka mau minta tolong sesuatu. Lo bisa pasang wajah letih nan lesu lo ke temen lo. Kalo beruntung, dia akan membuatkan lo kopi!


Yang ketujuh, tidak keluar di jam istirahat.
Cukup bawa bekal dan stay di desk kalian ketika jam istirahat, sambil mantengin laptop. Dengan begitu teman-teman dan bos kalian akan berpikir bahwa kalian sibuk. Walaupun pada kenyataannya, kalian buka youtube atau baca blog gw ini, tapi setidaknya kalian sudah terlihat sibuk.


Yang kedelapan, tidak langsung pulang ketika sudah jam pulang.
Ini yang paling gw suka! Selain untuk menghindari rush hour gojek, gw juga bisa memanfaatkan jam ini untuk nonton streaming dan buka youtube!


Dan yang kesembilan, benar-benar sibuk lah.
Karena biar bagaimanapun, makan gaji buta tidak seenak yang kalian pikirkan. Akan ada rasa bersalah di setiap gepokan uang yang kalian dapatkan. Rasa kerja kerasnya pun jadi tidak ada ketika kalian makan gaji buta. Karena pada akhirnya, gw selalu menyibukkan diri di kantor. Like, literally busy. Gw jadi sering menawarkan bantuan ke orang-orang di kantor gw. Supaya gw bisa tau bagaimana rasanya kerja keras sampai beneran lembur (dan benar-benar kerja tanpa buka youtube sampai jam 10 malam di kantor, sampai gw 'digangguin' di ruangan gw sendiri). Dan percayalah, gajimu akan lebih terasa nikmat dan akan sayang untuk kalian hambur-hamburkan ketika setiap melihat saldo di ATM kalian berpikir, "inilah hasil kerja keras gw".

Friday, 3 February 2017

Cowok Yang harus Dihindari! [KHUSUS WANITA] - EXPLICIT CONTENT!

Jadi begini, sebagai orang yang cukup tinggi jam terbangnya dalam hal percintaan, gw semakin lama semakin belajar dan tau mana yang tulus, mana yang modus. Gw juga tau mana yang mau serius dan mana yang cuma mau bobo bareng.

Bahkan ada juga cowok-cowok yang keliatannya suka banget sama si cewek tapi ternyata dia cuma manfaatin ccewek itu untuk seks doang. Makanya harus banyak-banyak observasi. Jangan gampang terlena dengan omongan cowok. Kalo kalian, wahai para wanita, belum yakin apakah si cowok ini beneran suka sama kalian atau si cowok ini cuma mau 'ditemenin bobo' sama kalian, sebaiknya kalian baca hasil observasi gw ini...

1. Omongannya selalu 'menjurus'
Jadi misalnya kalian lagi ngobrol biasa, terus si cowok malah omongannya jadi 'menjurus', berarti harus diperhatikan bahwa ini adalah pertanda pertama kalo dia cuma manfaatin lo untuk seks. Contohnya kayak gimana tuh? Misalnya dia nanya, "kamu udah makan belom?" terus lo jawab, "udah nih." dan si cowok nanya lagi, "makan apa?" terus kamu jawab "makan sosis" dan si cowok tiba-tiba bilang, "kalo sosis aku, kamu mau nggak?" Ewww... Jijik sih iya!

2. Dia seringkali ngehubungin ketika malam hari aja
Kalo siang nggak ada kabarnya. Tapi kalo malem malah gencar banget ngehubungin lo. Bahkan kadang ngajak ketemu kalo malem hari. Apa lagi namanya kalo bukan booty call? Udah gitu cowok ini nggak suka ngobrol sama lo. Biasanyaa kalo ngobrol sama lo, matanya kemana-mana. Hati-hati sama cowok tipe ini!

3. Dia cuma muji penampilan lo!
Emang sih cewek mana yang nggak suka dipuji? Tapi perhatiin juga, apa yang dia bilang. Kalo dia muji penampilan lo doang, muji body lo doang, dan nggak pernah muji kepintaran lo, atau muji wawasan lo yang luas, bisa jadi dia cuma melihat lo sebagai OBJEK doang!

4. Dia nggak mau ngenalin lo ke temen-temennya
Kalo dia mau serius sama lo, dia pasti bakalan ngenalin lo ke keluarga dan temen-temennya. Kalo lo minta ngikut sama dia buat jalan bareng dia dan temen-temennya dan dia nggak ngijinin lo, wah berarti lo harus waspada!!!

5. Dia maksa lo buat berhubungan seksual sama dia
Nih ya, kalo emang tuh cowok menghargai lo sebagai seorang wanita, pasti dia bakalan nunggu sampai tiba saat yang tepat untuk berhubungan seksual sama lo. Bukan malah maksa gitu! Kalo dia cuma mau ML sama lo, biasanya dia maksa lo untuk melakukan hal yang nggak mau lo lakuin. Kalo nggak dikasih biasanya dia sok ngambek. Biasanya sok ngasih rayuan maut. Hati-hati nih sama spesies macem ini!

6. Dia RAMAH banget!
Ramah? Iya. RAjin menjaMAH. Dikit-dikit megang tangan lo. Lagi jalan langsung megang pinggang lo. Nggak ada angin nggak ada hujan, dia meluk-meluk lo. Yang kurang ajar kalo dia tiba-tiba megang pantat lo atau toket lo. Nggak wajar banget deh. Yang macem gini mah kalo tangannya mendarat sembarangan mending langsung dihajar aja haha

7. Dia nggak akan cuddling sama lo setelah dia berhasil ML sama lo
Biasanya setelah dia berhasil ML sama lo, dia bakalan munggungin lo, langsung tidur. Nggak ada ceritanya dia cuddling sama lo. Pasti dianya bodo amat deh.

8. Dia nggak akan ngebiarin lo meninggalkan sesuatu barang apapun di tempatnya dia!
Entah itu gelang lo, cincin lo, atau apapun lah itu. Intinya dia nggak mau lo meninggalkan sesuatu yang bikin dia bakalan harus menemui lo lagi suatu hari nanti!

9. Obrolan kalian seringkali nggak jelas!
Lo nggak banyak tau soal temen-temennya dia, lo nggak tau hobinya dia apa, lo nggak tau hidupnya dia seperti apa, lo nggak tau apa-apa tentang dia lah pokoknya! Kalaupun lo tau tentang dia, biasanya itu hasil stalking lo di social media nya dia!

10. Dia nggak suka foreplay sama lo!
Dia juga pasti egois banget kalo ML sama lo! Dia bakalan mementingkan kepuasannya sendiri daripada kepuasan pasangannya! Udah gitu dia nggak bakalan mau foreplay sama lo. Nggak ada yang namanya pemanasan sebelum bercinta. Pokoknya dia itu nggak banget lah!

11. Dia nggak akan bikin rencana sama lo!
Nih ya, kalo dia emang tertarik sama lo, dia nggak akan ngajak ketemu dadakan terus sama lo. Pasti dia merencanakan sesuatu dengan matang kalo dia emang tertarik sama lo.

12. Dia nggak akan ngebiarin lo nginep di tempatnya dia
Kalaupun misalnya lo ketiduran, pasti dia bakalan bikin lo harus bangun pagi-pagi dan segera cabut. Dia nggak bakalan suka melihat wajah lo saat dia membuka mata waktu dia bangun tidur. Bajingan? Iya. Intinya dia cuma mau seks! Nggak bakalan lebih!

13. Dia selalu bilang kalo dia nggak mau pacaran dulu
Ini paling basi! Dia bakalan bilang kalo dia lagi nggak mau pacaran dulu. Dia bakalan bilang kalo dia masih mau main-main. Dia bakalan bilang kalo dia belum siap berkomitmen, bla bla bla. Tipe yang macem ini emang nggak pantes buat wanita macem kita yang berkelas, ladies!!!

14. Dia bakalan tiba-tiba menghilang selama beberapa hari
Setelah udah pernah ngedate sama lo, terus bahkan udah pernah 'bobo' bareng lo, dia bakalan tiba-tiba menghilang selama beberapa hari kalo lo ngehubungin dia. Telepon nggak diangkat, line dan whatsapp nggak dibales, social media nya aktif tapi nggak pernah ngehubungin lo balik, dll. Udah gitu alesannya pun banyak. Sibuk kerja lah, banyak kerjaan lah, sibuk kuliah lah, banyak tugas lah, ini lah, itu lah. Padahal emang sengaja menghilang.

15. Dia bakalan minta foto 'syur' lo!
Emang dasar tujuannya negatif, jadi dia minta yang aneh-aneh sama lo. Salah satunya ya ini. Minta foto syur! Awalnya paling minta selfie lo, terus abis itu malah minta foto syur lo. Bukan main emang pria macem gini. Udah gitu kalo nggak dikasih langsung ngambek. Kalo dia ngambek, yaudah cuekin aja bray!

16. Dia nggak akan bayarin makanan lo atau apapun
Kalo ini buat cowok yang nggak modal nih. Paling keterlaluan kalo dia ngajakin lo jalan tapi dia nggak mau bayarin lo. Masih mending sih kalo bayar masing-masing. Lah kalo minta dibayarin? Tampolin aja!

17. Dia nggak akan ngomongin masa depan sama lo. Boro-boro ngomongin masa depan deh. Dia nggak akan banyak ngomong masalah kalian berdua. Kalian nggak akan peduli sama hidup lo, masa depan lo, hubungan lo, dll. Bahaya deh pokoknya cowok yang macem gini. Lo harus hati-hati deh pokoknya.

Jadi, ladies, kurang lebih begitulah cowok-cowok yang harus dihindari. Buat apa sih menghabiskan waktu dengan orang yang salah? Buat apa menghabiskan waktu buat orang yang ujung-ujungnya nggak ada masa depannya sama kalian? Mending fokus sama hidup kalian sendiri kan? :p

Monday, 19 September 2016

Panna Cotta with Mango Puree. Yum!

Jadi beberapa hari yang lalu, gw di rumah iseng bikin panna cotta. Apaan sih tuh panna cotta? Jadi panna cotta ini adalah makanan pencuci mulut sejenis pudding dari susu, krim, dan gelatin yang berasal dari Italia.

Berhubung gw nggak beli heavy cream, alhasil gw bikin panna cotta dari susu full cream! (Maaf ya buat para orang itali, mungkin ini sejenis penghinaan bagi kalian)

Jadi, bahan apa yang gw pakai?

Susu full cream merk ultra kurang lebih setengah liter
Agar-agar swallow yang bening (karena gw nggak punya gelatin) kurang lebih 2 sdm
Gula 1 sdm
Garam sejumput (bener-bener sejumput dan dikiiit banget) supaya rasanya nggak terlalu manis

Jadi pertama-tama, panaskan susu full cream. Kalau sudah mulai ada bubble nya, masukin agar, gula, dan garam lalu aduk sampai rata dan tunggu sampai mendidih. Matiin kompor, lalu masukkan ke cetakan. Tunggu 15 menit sampai tidak terlalu panas lalu masukkan kulkas.

Udah gitu doang. Gampang kan? Haha!

Yang bikin panna cotta ini jadi istimewa itu karena mango puree nya. Jadi gw bikin panna cotta itu pagi-pagi. Nah malemnya, tiba-tiba gw dibawain oleh-oleh berupa mangga! Alhasil gw jadi seneng banget karena panna cotta gw bakalan jadi wow. Untuk bikin mango puree nya ini gampang banget! Cuma perlu 1 buah mangga ukuran sedang, air perasan lemon 1 sdt, dan gula 1 sdt.

Cara bikinnya, kupas mangga, potong dadu, lalu masukkan ke saucepan. Abis itu masukkin air perasan lemon dan gula. Aduk-aduk. Abis itu tinggal disaring dan dituang ke atas panna cotta yang tadi udah dibikin.

Dan hasilnya kayak gini:


Simple, sederhana, murah, gampang, dan ENAAAKKK! Yum!

Sunday, 4 September 2016

Mari Berbuat Baik! (Edisi Curhat Lagi)

Oke jadi gini ceritanya...

Kurang lebih bulan lalu, gw nulis di facebook mengenai alasan gw kenapa gw suka kasih makan stray cat alias street feeding. Dan ternyata tulisan gw di share lebih dari 2.3K shares! Bahkan tulisan gw ini dimuat di tribun news jogja (sumpah itu mas-mas nya kenapa nggak nge wawancarain gw langsung aja sih? Haha!) Gw juga nggak nyangka, secara awalnya ada aja gitu yang kasih komentar nggak ngenakin, sampe segala nyuruh gw ngeganti pola pikir gw lah, apa lah. Heran. Tapi gw mah masa bodo. Karena menurut gw, yang penting ambil aja sisi positifnya. Nah jadi tulisan originalnya tuh begini...


Beberapa teman saya sering bilang, "kenapa sih lo suka ngasih makan kucing? sampe kadang lo belain beli makanan kucing padahal lagi tanggal tua. Udah gitu kucing jalanan juga suka lo kasih makan. Kan mendingan lo traktir kita aja!"
Jawabannya sederhana:

1. Duit 50rb bisa buat kasih makan banyak kucing sedangkan buat manusia, duit segitu cuma bisa buat makan 3-4 orang di warteg.
2. Kebanyakan manusia (inget ya, kebanyakan tapi bukan semua) ada buat kita saat kita lagi "ada" doang. Coba kalau binatang? Mereka nggak akan memandang apakah kita orang "punya" atau bukan..
3. Manusia lebih sering ngelunjak daripada kucing. Kucing tuh ngelunjaknya apa sih? Paling meong" minta makan dan ngusel-ngusel sama kita aja. Separah-parahnya ya palingan nyolong ikan atau daging.
4. Kucing kalo nyari makan sendiri biasanya ngubek-ngubek tempat sampah, makan seadanya atau mantengin tukang pecel ayam. Kadang dikasih manusia kadang nggak. Kadang malah ditendang sama manusia padahal dia cuma lapar minta makan. Perjuangan mereka untuk makan kadang bikin mereka disakiti manusia. Jarang ada manusia yang baik sama kucing. Lebih baik saya kasih mereka makan makanan yang layak bagi mereka kan?
5. Terlalu banyak kucing yang nggak salah apa-apa tapi ditendang, diusir, dipukul, bahkan banyak kasus kucing diracun sama manusia. Hidup mereka lebih keras daripada manusia! Untuk cari duit dan masak juga nggak bisa. Kita sebagai manusia juga harusnya ingat untuk memberi kepada makhluk hidup lainnya.
6. Sudah terlalu banyak manusia yang tidak tahu terimakasih. Kalau kucing kita kasih makan dan nggak bilang terimakasih itu wajar! Karena mereka nggak bisa berbahasa manusia!
7. Apa salahnya ngasih makan kucing makanan yang layak bagi mereka sih? Toh juga kita nggak bakalan miskin hanya dengan ngasih makan kucing! Sekedar info, ada makanan kucing merk maxi dan universal yang sekilo nya cuma 30rb! Kita nggak perlu kasih mereka makanan mahal macem royal canin atau science diet kok. Makanan kucing yang murah pun mereka suka!
8. Saya sering kasih makan buat kucing itu supaya bisa jadi contoh juga bagi orang-orang agar sayang sama hewan apapun. Kalau di indo banyak anjing jalanan juga saya pasti sering kasih mereka makan. Saya bukannya mau pamer kalau saya sayang sama binatang. Saya cuma mau jadi contoh yang baik, apalagi kalau ada anak-anak kecil. Anak-anak kecil itu perlu contoh yang baik, bukan yang jahat.
9. Pernah terpikir nggak kalau kita yang jadi kucing? Belum tentu kita bisa mengais-ngais tempat sampah, nongkrongin tukang pecel ayam maupun seafood demi dikasih makanan sisa kan?
10. Banyak kucing yang sejak lahir ditinggal induknya dan harus struggle sendiri cari makan. Kalau manusia? Ada panti asuhan. Dikasih makan. Lah kalau kucing? Cari makan sendiri! kadang harus berebut sama kucing lain pula.

Intinya, berbuat baik nggak harus sama manusia. Sama binatang pun kita harus berbuat baik. Kalau kita tidak bisa ngasih mereka makan, tidak bisa merawat mereka, setidaknya jangan sakiti mereka! Saya sering kasih makan kucing-kucing karena saya tahu keterbatasan saya yang nggak bisa menampung mereka. Mungkin kalau saya nanti sudah mapan, sudah selesai studi, dan sudah punya pekerjaan tetap saya akan bikin shelter untuk mereka. Tapi sekarang belum saatnya. Saya hanya bisa sebatas berbuat baik ke mereka dan memberi mereka makan...

Untuk yang tidak setuju dengan tulisan ini, silahkan. Saya nulis postingan ini karena pengalaman saya juga. Bagi yang berpikir, "kalau kita kasih makan kucing-kucing, nanti dia malah beranak terus. Bikin repot!" Kalian salah besar. Kucing mau kita kasih makan atau nggak, merekaa tetap akan bisa berkembang biak. Mereka akan tetap beranak. Oleh sebab itu, untuk menekan angka populasi kucing liar butuh adanya sterilisasi, agar mereka tidak terlalu sering beranak. Lagipula menurut saya hal itu bukan alasan untuk menyakiti mereka. Bukan alasan untuk membiarkan mereka kelaparan.

Sejak kecil saya diajarkan untuk "pekaa" terhadap sesama. Saya lebih sering memposisikan diri saya pada posisi orang lain maupun makhluk lain. Karena saya sering berpikir bahwa saya cukup beruntung dan hidup lebih enak daripada yang lainnya, makanya saya sadar untuk menolong sesama dan berbuat baik kepada makhluk hidup lainnya. Saya memang bukan orang paling baik di dunia. Saya juga banyak berbuat jahat, menyakiti hati orang, dll. Namun saya selalu berusaha untuk berbuat baik, apapun itu caranya, menurut cara saya sendiri.

Melalui postingan ini, saya harap banyak pembaca yang sadar bahwa berbuat baik tidak hanya kepada sesama manusia, namun juga kepada sesama makhluk hidup. Untuk poin nomor 2, 3, dan 6 mungkin banyak yang tidak setuju. Saya bukannya bermaksud untuk secara tidak langsung mengatakan bahwa manusia itu jahat, tidak tau terimakasih, ngelunjak, dan ada disaat kita "punya" saja. Saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya menulis postingan ini berdasarkan pengalaman saya saja. Bukannya saya bermaksud pamrih, minta dibalas, dll. Saya tetap berbuat baik kepada sesama, saya tetap menolong mereka yang kesusahan. Sejak kecil saya dididik untuk menolong orang lain oleh keluarga saya. Namun terkadang ada masanya dimana kita terlalu sering diberikan hal-hal buruk sebagai balasannya dari mereka. Saya hanya terkadang merasa sedih dan kecewa. Makanya saya tuangkan sedikit perasaan itu lewat tulisan saya. Sekali lagi, no offense ya.

Semoga kita bisa senantiasa berbuat baik kepada sesama makhluk hidup! :)

Sunday, 14 August 2016

Alasan Kenapa Gw Agak Takut Menikah

Sebagai salah satu wanita yang kehidupan percintaannya agak pahit (sebenernya pahit banget sih, tapi gw yakin ada yang lebih parah daripada gw), gw agak takut kalo ngomongin masalah nikah. Bahkan kemarin gw sempet takut gara-gara mantan gw (waktu dia masih jadi pacar gw) ngomongin masalah nikah sama gw. Dia bilang katanya gw calon istri yang paling tepat buat dia. Udah gitu dia udah ngomongin rencana masa depan sama gw. Tapi gw malah takut sendiri. Ada banyak yang gw pikirkan mengenai pernikahan.

Sekarang gini deh, yang namanya nikah itu kan sekali seumur hidup (bagi orang lain mungkin bisa lebih dari sekali, tapi bagi gw harus sekali seumur hidup). Nah sekalipun pasangan gw ini sesuai dengan artikel yang pernah gw tulis disini tapi tetep aja, gw takut gagal. Dulu aja sempet gagal tunangan gara-gara gw mergokin dia lagi sama cewek, nah ini? Udah LDR, dia banyak 'fans'nya pula. Kalo nikah, gw harus stay disana pula. Lantas apa kabarnya Ophelia dan Eleanor, kedua kucing kesayangan gw?

Yang kedua, pernikahan itu artinya harus kenal sama keluarganya. Dan tau sendiri kan gimana rasanya ketika kita harus membaur dengan keluarga yang lain? Masalahnya begini, gw gampang 'disukai' oleh keluarga mantan-mantan gw. Tapi keluarga gw nggak pernah suka dengan mantan-mantan gw. Udah gitu, kalo udah kenal keluarga lalu nggak jadi nikah ya gimana? Apalagi kalo masih berhubungan dengan keluarganya gitu. Duh...

Yang ketiga, kalo udah nikah itu pasti tinggal bersama, dan yang pasti TIDUR BERSAMA! Apa kabarnya nanti kalo suami gw tidurnya ngorok kenceng banget? Ya walaupun sohib gw, si Uchie pernah mergokin gw lagi tidur dan gw ngorok sih. Gw kalo kecapekan emang ngorok. Tapi tetep aja, gw masih ngerasa nggak nyaman kalo tidur sama orang lain.

Yang keempat, ngurus rumah bareng. Apa-apa bareng. Intinya bareng. Bagi-bagi kerjaan rumah. Masalahnya gw nggak mau punya pembantu. Alasan pertama, buat menghemat anggaran. Alasan kedua, gw takut suami gw digoda sama pembantu hahaha! Alasan ketiga, gw nggak gampang percaya sama orang. Sama pembantu gw sendiri yang udah ngurusin rumah bertahun-tahun aja gw nggak begitu percaya, apalagi nanti punya pembantu baru?

Yang kelima, salah satu tujuan nikah itu kan punya anak. Nah gw ini nggak mau punya anak. Ya setidaknya sampe nanti gw berubah pikiran sih. Gw nggak mau hamil di usia muda. Mungkin beberapa tahun lagi saat usia gw tigapuluhan, gw bakal berubah pikiran. Tapi yang namanya punya anak, kita kan harus siap. Gw nggak mau ala ala anak jaman sekarang yang nikah, punya anak, tapi nggak bisa ngurus anak. Udah gitu gw harus nabung yang banyak dulu lah buat keperluan anak gw nanti. Gw mau anak gw sekolah di sekolahan bagus, bisa berkuda, bisa minimal 3 bahasa, bisa main alat musik. Intinya gw mau anak gw kayak gw!

Yang keenam, temen gw kebanyakan cowok. Nah ini dia yang jadi masalah. Kalo udah nikah yang ada gw nggak bisa seru-seruan lagi sama temen-temen gw. Ngopi, nongkrong, ngomongin negara, ngomongin musik, jadi wingman kalo lagi nongkrong. Gw nggak yakin bisa kayak gitu. Ya mungkin bisa sih, asal suami gw nantinya asik. Nggak ribet. Nah ini dia, susah banget nemu yang nggak gampang cemburu. Kadang udah diajakin nongkrong bareng pun mantan gw nggak pernah asik.

Yang ketujuh, hidup gw jadi terkontrol. Karena walau bagaimanapun, suami lah yang jadi pemimpin di keluarga. Yang jadi masalah, gw ini anaknya susah diatur. Pernah suatu ketika sebelum nyokap gw meninggal, gw bilang ke beliau, "ma, aku kalo nikah maunya aku yang kerja  terus suami aku yang ngurus anak di ruamh ya" DAAANNN seketika nyokap gw ngoceh-ngoceh. Katanya gw gila lah, melawan kodrat lah, apa lah. Yang jadi masalah, gw ini doyan nyari duit (dan ngasbisin duit). Dan gw nggak mau punya penghasilan yang sedikit. Tau sendiri kan yang namanya berkeluarga, yang namanya laki kalo penghasilannya lebih sedikit dari istri pasti jadi tengsin dll. Padahal maksud gw nggak kayak gitu. Gw mau berpenghasilan banyak karena gw tau kebutuhan gw banyak. Gw nggak mau jadi cewek yang sekedar ngurus rumah dan ngebiarin suami gw kerja dan ngebiayain gw dan keluarga. Gw juga mau biayain anak gw dan diri gw sendiri, karena kita kan nggak tau yang namanya rejeki ke depannya kayak gimana...

Yang kedelapan, gw nggak yakin bakalan punya suami yang beneran setia sama gw. Bahkan temen gw yang udah nikah dan lengket banget sama istrinya pun pernah curhat ke gw kalo dia ada main sama cewek lain selain istrinya. Padahal mereka berdua itu rukun dan mesra banget. Jadi ya gw semacam punya trust issues lah. Gw takut kalo suami gw nanti malah kayak gitu. Apalagi feeling gw sering bener. Intinya, gw takut.

Yang kesembilan, gw takut KDRT. Sebenernya balik lagi ke trust issues gw. Karena kadang cowok yang terlihat baik dan gentle pun bisa mendadak kasar. Sama kayak yang dialami temen baik gw. Punya pacar, udah berbulan-bulan, eh mendadak ketauan belangnya. Doyan ngelemparin barang! Kebayang nggak kalo barang itu dilempar ke kita? Karena gw juga pernah, dulu, punya pacar, anaknya baik, tapi setelah setahun pacaran, gw kena gampar sampe pingsan padahal dia yang selingkuh sama janda! Sejak saat itu gw males ngeliat tampangnya lagi. Kebayang nggak kalo nanti kita udah nikah, awalnya baik-baik aja, tapi setelah sekian lama akhirnya ketauan jeleknya dia? Makasih deh.

Sebenernya diri gw sendiri sih yang bikin gw takut menikah. Gw takut gw nggak bakalan bisa kayak nyokap bokap gw yang bertahan sampe punya 7 anak, udah gitu rumah tangganya baik-baik aja walaupun ada hal-hal yang bikin ribut-ribut kecil. Gw nggak kebayang kalo nanti gw nikah dan ngalamin apa yang dialamin nyokap gw, ditinggal bokap meninggal sampe nyokap gw nggak bisa makan apa-apa kecuali anggur. Gw masih suka nggak percaya dengan diri gw sendiri, dan nggak percaya juga dengan kaum pria. Pernah ada seorang pria yang bikin gw percaya dengan pernikahan, tapi akhirnya dia yang bikin gw nggak percaya lagi sama pernikahan. Sampe saat ini belum ada yang bisa bikin gw mau nikah.